Kamis, 08 Mei 2008

"Wedang Jahe"

Suatu malam, saya dan seorang teman sedang berbincang-bincang disebuah warung sambil masing-masing memesan segelas "wedang" kesukaan. Saya memesan minuman kesukaan saya, Teh Susu Panas. Sementara teman saya memesan Wedang Jahe. Setelah beberapa saat pemilik warung mengantarkan minuman pesanan kami. Sambil makan jajanan yang tersedia, kami pun meminum minuman kami masing-masing. Karena teh susu panas adalah minuman favorit saya, saya meminumnya dengan antusias. Saat itu terdengar teman saya bergumam, "seandainya saya tadi memesan teh susu panas, pasti senikmat minuman kamu."
Benarkah yang diungkapkan teman saya tadi? apakah yang salah dengan 'Wedang Jahe'? apakah dia akan puas jika benar-benar pesan teh susu panas? belum tentu dia akan merasakan kenikmatan yang seperti yang dia lihat.
Terkadang kita berkhayal terhadap sesuatu yang bukan milik kita. Belum tentu yang kita khayalkan memang lebih menjanjikan.
Yang seharusnya menjadi pertanyaan adalah bagaimana kita menjadikan yang ada di hadapan kita sesuatu yang menyenangkan dan bukan sebaliknya.
Sudahkah anda bersyukur hari ini?

2 komentar:

Jacky R J Sahanaya mengatakan...

memang manusia tidak pernah puas. pepatah mengatakan, "rumput tetangga tampak lebih hijau". pendangan mata seringkali menipu. Karena itu jangan hanya percaya "mata" tetapi juga "hati"

Jacky R J Sahanaya mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.